Selasa, 22 Juli 2014

Teknologi Pintar Pengganti Spion Tengah

Yokohama, KompasOtomotif — Nissan akan memperkenalkan Smart Rearview Mirror, pelengkap fungsi cermin pada spion tengah, di Geneva Motor Show 2014. Selain diklaim mempunyai kemampuan melebihi fungsi konvensional, paket teknologi tersebut terdiri dari kamera 1,3 megapiksel dan layar LCD. Diharapkan teknologi baru ini bisa menambah aerodinamis kendaraan, khususnya model sport, untuk meniadakan kaca belakang sehingga atap bisa lebih landai. Teknologi ini siap disematkan pada mobil 2015, rencana awal dipasarkan lewat dealer resmi di Jepang sebagai peranti opsional. 
Beberapa kesulitan yang biasanya dialami pengemudi saat memantau kondisi belakang kendaraan yakni pandangan terhalang jok tengah, penumpang, dan pilar C. Pengamatan juga mungkin terganggu bila ukuran kaca belakang terlalu kecil (mobil sport atau kupe dengan atap belakang lebih rendah), permukaan kaca ditutupi embun, debu, ataupun terhalang cuaca, serta silau karena bias sinar matahari atau lampu belakang kendaraan lain.
Andy Palmer, Chief Planning Officer & Executive Vice President NMC, menjelaskan, kamera yang diletakkan di bagian belakang mobil berguna untuk memperbaiki visibilitas pengendara. Kinerja fitur ini meminimalisasi blindspot karenamenghasilkan pandangan lebih luas dan tidak dipengaruhi kondisi kabin.
“Tidak peduli seberapa tinggi penumpang di belakang atau bagaimana kondisi jalan. Smart Rearview Mirrormenawarkan kesempatan desain baru buat model yang akan datang, sebab menghasilkan altenatif pandangan lebih besar dibanding kaca belakang,” ujar Palmer dalam keterangan resminya di Newspress, pekan lalu.
BalapPalmer juga mengklaim bahwa inovasi ini bisa menciptakan bentuk mobil baru yang bisa memengaruhi aerodinamis. Teknologi tersebut akan digunakan pertama kali di mobil balap 24 jam Le Mans, ZEOD RC, serta beberapa mobil racikan Nismo.
Shoichi Miryatani, President Nismo, menjelaskan, fungsi teknologi seperti ini sangat dibutuhkan, terutama untuk rekayasa desain. Ia mengatakan, Nissan bisa segera masuk ke level motorsportbaru.

Kontroversi Ferdinand Porsche di Tanah Kelahiran

Vratislavice, KompasOtomotif – Insinyur Otomotif, Ferdinand Porsche (FD), penemu kendaraan hibrida pertama lebih dari 100 tahun lalu sekaligus pendiri Porsche, ternyata tidak mendapatkan apresiasi di kampung halamannya sendiri. Warga kota Vratislavice nad Nisou (disebut Maffersdorf oleh Jerman) di Ceko, selalu menolak memberikan penghargaan, karena reputasinya "tercemar" sebagai pereka mobil masyarakat Vokswagen Beetle di rezim Nazi pimpinan Adolf Hitler.
Pameran untuk mengenang kontribusi FD dalam otomotif di tanah kelahirannya selalu mendapatkan protes keras. Eksebisi yang pertama kali dibuka pada 2010 di Cultural Center Vratislavice akhirnya ditutup tahun lalu, sebab terlalu banyak menerima komplain masyarakat yang merasa gelaran itu membangkitkan kembali memori tentang Nazi.
“FD tidak terlalu dikenal di sini. Karir dekade FD luar biasa, Ia jelas meninggalkan jejak dalam sejarah,” kata Milan Mumba, warga desa selaku penyelenggara pameran yang telah mempromosikan Porsche sejak 80-an, seperti dilansir Bloomberg, pekan lalu. Mumba dan istrinya rela menabung untuk membiayai acara peringatan karir FD di gudang miliknya.
Mobil-mobil klasik yang dipinjamkan Porsche pun akhinya ditarik kembali. Dieter Landenberger, manager peninggalan sejarah  Porsche berkilah, unit tersebut tengah mendapat giliran rotasi rutin.
Kontroversi juga pernah memanas terhadap simbol selamat datang menuju Vratislavice berkaitan dengan FD yang lahir di sana pada 1875. Pihak otoritas akhirnya mencopot simbol itu November lalu karena terlalu banyak keluhan.
PrestasiKeputusan FD meninggalkan kota kelahiran saat berumur 18 tahun, menjadikannya pengajar di salah satu perguruan tinggi di Vienna, Austria. Ia sukses mengerjakan mobil hibrida bensin-listrik yang disebut Lohner Porsche Mixte pada 1901 dan mendesain pelopor mobil balap, Prince Henry, pada 1906.
Setelah bekerja menjadi builder di Jakob Lohner & Co. dan Austro-Daimler, Ia kemudian memiliki perusahaan manufaktur mobil balap sendiri yang didirikan di Stuttgart pada 1931. FD bergabung dengan partai Nazi sejak 1937, terhitung sejak ia dikontrak bersama Volkswagen AG mengembangkan Beetle untuk masyarakat Jerman. Ia ditangkap Prancis saat Perang Dunia II kemudian dibebaskan 20 bulan setelahnya. Ia meninggal pada 1951.
“Masa lalu Eropa penuh dengan kejadian kontroversi. Ceko tidak pernah mengadakan diskusi terbuka serius untuk menyelesaikan masalah ini agar menentukan garis yang bisa diterima dan yang tidak. Menghapus orang terkenal yang terhubung dengan komunis ataupun Nazism dari sejarah bukanlah solusi,” terang Jiri Pehe, DIrektur Universitas New York di Ibu Kota Ceko, Prague.
EkonomiSelain kritikan masyarakat, proyek pameran terakhir (2012) juga meradang karena kondisi ekonomi sulit. Tercatat hanya menghasilkan Rp 2,8 juta, setengah dari tahun sebelumnya. Sementara Wakil Walikota Vratislavice, Vladimir Braun, menyebutkan biaya pemeliharaan seluruh pameran Rp 205 juta per tahun.
Bumba menolak menyerah, ia mengatakan akan terus mempromosikan kota sebagai salah satu penggalan sejarah otomotif. Kini ia mendapatkan banyak dukungan dari warga yang sebelumnya berselisih paham, pameran dijadwalkan digelar kembali Mei nanti. 

Senin, 21 Juli 2014

Selamat Tinggal Sumatera, Halo Pulau Jawa!

Bakauheni, KompasOtomotif – Setelah lebih dari tiga minggu mengeksplorasi Sumatera dari Banda Aceh, tim Avanzanation Journey wilayah Barat akhirnya tiba di ujung Selatan, tepatnya di Bakauheni, Lampung Selatan. Beragam pengalaman dan eksplorasi budaya sungguh membuka mata, bahwa kekayaan alam Indonesia begitu luar biasa.

Ketangguhan Toyota Avanza mampu membawa tim mendekati penghujung perjalanan tanpa halangan berarti. Beberapa ratus kilometer lagi, Jakarta sebagai tujuan akhir sudah mulai tampak di pelupuk mata. Namun, sebelum meninggalkan Sumatera dan sejuta kenangan, tim kembali mengunjungi salah satu ikon yang tak boleh dilewatkan.

Menara Siger
Lampung tidak hanya identik dengan gajah atau Way Kambas. Terdapat bangunan cantik mewakili budaya setempat, yaitu Menara Siger. Bangunan ini berada di Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, dibangun di atas bukit berdekatan dengan pelabuhan yang sangat strategis sebagai tempat transit.

Menara Siger bukan monumen masa lalu melainkan simbol bangunan masa depan, representasi fenomena masyarakat Lampung. Arsitektur bangunan memasukan bentuk asli tradisional seperti paguk di bagian kiri-kanan menara sebagai perlambang perahu. Di puncak terdapat payung tiga warna (putih, kuning, dan merah) sebagai simbol tatanan sosial masyarakat Lampung.

Berdimensi tinggi 32 meter, panjang 50 meter, lebar 10 meter, serta lantai 5 tingkat. Menara berkelir kuning cerah dapat dilihat dari jauh ketika kapal akan berlabuh di Pelabuhan Bakauheni. Bahkan orang dapat melihatnya saat malam datang karena ada lampu sorot yang sekaligus dijadikan menara lampu oleh kapal-kapal yang akan merapat di Bakauheni.
Selamat Datang JawaPuas menyapa ikon terakhir di Sumatera, tim akhirnya menyeberang ke Pulau Jawa menggunakan kapal roll-n roll off (RoRo) menuju Pelabuhan Merak, Provinsi Banten. Selama dua jam di laut tim kembali berusaha menyusun memori demi memori yang menumpuk, beserta segenap pengalaman yang dirasakan tim dan Toyota Avanza sebagai mobil keluarga serba bisa.

Di Jawa, sejumlah agenda sudah menanti, termasuk mengunjungi konservasi badak bercula satu di Ujung Kulon, menyusuri berbagai daerah di Provinsi Banten. Dijadwalkan, tim wilayah Barat akan bersama-sama ketemu di Jakarta dengan tim Tengah (Kalimantan) dan Timur Maret ini.

Kontroversi Ferdinand Porsche di Tanah Kelahiran

Vratislavice, KompasOtomotif – Insinyur Otomotif, Ferdinand Porsche (FD), penemu kendaraan hibrida pertama lebih dari 100 tahun lalu sekaligus pendiri Porsche, ternyata tidak mendapatkan apresiasi di kampung halamannya sendiri. Warga kota Vratislavice nad Nisou (disebut Maffersdorf oleh Jerman) di Ceko, selalu menolak memberikan penghargaan, karena reputasinya "tercemar" sebagai pereka mobil masyarakat Vokswagen Beetle di rezim Nazi pimpinan Adolf Hitler.
Pameran untuk mengenang kontribusi FD dalam otomotif di tanah kelahirannya selalu mendapatkan protes keras. Eksebisi yang pertama kali dibuka pada 2010 di Cultural Center Vratislavice akhirnya ditutup tahun lalu, sebab terlalu banyak menerima komplain masyarakat yang merasa gelaran itu membangkitkan kembali memori tentang Nazi.
“FD tidak terlalu dikenal di sini. Karir dekade FD luar biasa, Ia jelas meninggalkan jejak dalam sejarah,” kata Milan Mumba, warga desa selaku penyelenggara pameran yang telah mempromosikan Porsche sejak 80-an, seperti dilansir Bloomberg, pekan lalu. Mumba dan istrinya rela menabung untuk membiayai acara peringatan karir FD di gudang miliknya.
Mobil-mobil klasik yang dipinjamkan Porsche pun akhinya ditarik kembali. Dieter Landenberger, manager peninggalan sejarah  Porsche berkilah, unit tersebut tengah mendapat giliran rotasi rutin.
Kontroversi juga pernah memanas terhadap simbol selamat datang menuju Vratislavice berkaitan dengan FD yang lahir di sana pada 1875. Pihak otoritas akhirnya mencopot simbol itu November lalu karena terlalu banyak keluhan.
PrestasiKeputusan FD meninggalkan kota kelahiran saat berumur 18 tahun, menjadikannya pengajar di salah satu perguruan tinggi di Vienna, Austria. Ia sukses mengerjakan mobil hibrida bensin-listrik yang disebut Lohner Porsche Mixte pada 1901 dan mendesain pelopor mobil balap, Prince Henry, pada 1906.
Setelah bekerja menjadi builder di Jakob Lohner & Co. dan Austro-Daimler, Ia kemudian memiliki perusahaan manufaktur mobil balap sendiri yang didirikan di Stuttgart pada 1931. FD bergabung dengan partai Nazi sejak 1937, terhitung sejak ia dikontrak bersama Volkswagen AG mengembangkan Beetle untuk masyarakat Jerman. Ia ditangkap Prancis saat Perang Dunia II kemudian dibebaskan 20 bulan setelahnya. Ia meninggal pada 1951.
“Masa lalu Eropa penuh dengan kejadian kontroversi. Ceko tidak pernah mengadakan diskusi terbuka serius untuk menyelesaikan masalah ini agar menentukan garis yang bisa diterima dan yang tidak. Menghapus orang terkenal yang terhubung dengan komunis ataupun Nazism dari sejarah bukanlah solusi,” terang Jiri Pehe, DIrektur Universitas New York di Ibu Kota Ceko, Prague.
EkonomiSelain kritikan masyarakat, proyek pameran terakhir (2012) juga meradang karena kondisi ekonomi sulit. Tercatat hanya menghasilkan Rp 2,8 juta, setengah dari tahun sebelumnya. Sementara Wakil Walikota Vratislavice, Vladimir Braun, menyebutkan biaya pemeliharaan seluruh pameran Rp 205 juta per tahun.
Bumba menolak menyerah, ia mengatakan akan terus mempromosikan kota sebagai salah satu penggalan sejarah otomotif. Kini ia mendapatkan banyak dukungan dari warga yang sebelumnya berselisih paham, pameran dijadwalkan digelar kembali Mei nanti.